Persaki.Org

Persatuan Sarjana Kehutanan Indonesia

Rekam Jejak Membludaknya Peserta Muktamar XIII PERSAKI

rekam-jejak-membludaknya-peserta-muktamar-xiii-persakiJam menunjukkan pukul 14.00. tidak seperti biasanya rapat pengurus harian DPP PERSAKI mengalami sedikit kemoloran. Jalan Jakarta sedang macet, para pengurus harian yang hendak menuju sekretariat terjebak kemacetan. Pun demikian, rapat dimulai sambil menunggu pengurus yang lain.

Imam Harmain, Plt. Ketua Umum DPP PERSAKI membuka rapat, dan menyampaikan perlunya persiapan untuk Muktamar XIII PERSAKI. Muayat, wakil Sekretaris DPP PERSAKI menyambut baik usulan tersebut, dan menyampaikan perlunya mengangkat ketua SC (Steering Committee) dan OC (Organizing Committee). Selama ini Muktamar PERSAKI menjadi rutinitas belaka, dan bagaimana caranya agar Muktamar kali ini menjadi lain dan menggugah kesadaran anggota PERSAKI  untuk melakukan revitalisasi Organisasi. Untuk itu diperlukan figur ketua SC yang mampu mengompori anggota, ungkap Imam harmain dan Muayat. Untuk hal ini, yang cocok adalah Ucok panggilan akrab dari Nurcahyo Adi, tambah Muayat. Akhirnya rapat memutuskan bahwa SC adalah Nurcahyo Adi, ketua OC Muayat, dan Sekretaris OC Mudofir. Dengan catatan Muayat bertugas meloby Nurcahyo Adi untuk bersedia.

Waktu telah berjalan, Nurcahyo Adi juga telah bersedia, dan Mudofir segera mengontak anggota-anggota muda PERSAKI yang ada dilingkup perkantoran Manggala baik di Pemerintahan, BUMN, Swasta, LSM untuk berpartisipasi dalam Muktamar XIII PERSAKI. Semua berjalan sesuai dengan rencana, sangat antusias.

Sangat tepat menjadikan Ucok sebagai ketua SC Muktamar, dengan kapasitasnya yang  semua orang sudah mengetahui memulai agitasinya melalui milis RI (rimbawan-interaktif), sebuah milis terbesar bagi para penggerak sektor kehutanan. Agitasi terhadap Muktamar PERSAKI memanas, bahkan berminggu-minggu menjadi topik utama pembahasan dari milis. Mulai dari perubahan keanggotaan PERSAKI, perubahan AD/ART organisasi, bargaining position PERSAKI terhadap politik dan kekuasaan bahkan gagasan sangat ekstrim pun sempat muncul, yaitu: isu pembubaran PERSAKI.

Dalam perjalanan kerja ke daerah pun Ucok menggalang anggota untuk mensukseskan Muktamar XIII PERSAKI. Di Aceh, Ketua SC menyampaikan bahwa PERSAKI ingin berubah dan memerlukan dukungan penuh dari para anggota khususnya yang masih muda-muda. Dalam kunjungan kerjanya di Yogyakarta, tidak lupa ketua SC menemui pengurus PERSAKI DPD Yogyakarta, tentang hajatan akbar PERSAKI, Muktamar XIII. Dalam pertemuan tersebut meminta Yogyakarta mempersiapkan diri dan mendiskusikan tentang perubahan apa yang akan di bawa dalam Muktamar.

Tidak ketinggalan, ketua  dan Sekretaris OC, Muayat dan Mudofir. Di sela-sela kesibukan regular meeting FKKM (Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat) di hotel Pangrango Bogor, melakukan pertemuan khusus dengan para anggota PERSAKI yang menghadiri regular meeting. Dalam pertemuan tersebut, para anggota dari Makassar, Yogayakarta, Jabodetabek siap mensukseskan Muktamar XIII PERSAKI.

Hari berganti hari, dan isu Muktamar PERSAKI telah mewarnai berbagai komunitas kehutanan, seperti : milis-milis alumni berbagai perguruan tinggi, milis persaki, milis rimbawan-interaktif, milis fkkm, serta menjadi bahan diskusi dalam seminar-seminar dan obrolan warung kopi bahwa PERSAKI akan berubah. Macan tidur akan dibangkitkan.

Antusiasme para anggota terhadap guliran isu perubahan PERSAKI mendapat momentum yang tepat. Dunia kehutanan sedang lesu. Para forester tersudut dengan berbagai berita media massa tentang isu kerusakan hutan. Degradasi hutan, konversi lahan, serta kehutanan tidak diperhitungkan lagi dalam pembangunan Nasional menjadikan para rimbawan mempunyai harapan baru dengan bangkitnya PERSAKI.

Para rimbawan senior memberikan restunya untuk membangkitkan PERSAKI. Berbagai dukungan mengalir, dari Menteri Kehutanan, rimbawan senior, dedengkot Kehutanan, BUMN, Asosiasi, swasta, LSM, serta perguruan tinggi memberikan dukungan penuh terhadap Muktamar XIII untuk merevitalisasi PERSAKI. Konsolidasi anggota semakin menggeliat. Bahkan para mahasiswa dari berbagai daerah juga turut andil dalam memeriahkan Muktamar PERSAKI.

Hari yang dinanti pun tiba. Pagi itu tanggal 25 Agustus 2008. Tampak, Mudofir sekretaris OC Muktamar, hilir mudik mempersiapkan segala keperluan teknis Muktamar. Pukul 09.00, Muktamar dimulai. Muktamar XIII dihadiri Menteri Kehutanan RI, MS Kaban, sekaligus membuka Muktamar XIII.

Setelah pembukaan Muktamar dilanjutkan dengan Talkshow mengambil tema Merumuskan Peran Strategis PERSAKI untuk Melestarikan Hutan dan Menyejahterakan Masyarakat”. Sebagai Nara Sumber : Prof. Dr. San Afri Awang, Prof. Dr.Mustafa Agung Sardjono, dan Dr. Hariadi Kartodihardjo. Dr. Ir Andang Bachtiar (dari IAGI) yang sedianya hadir berhalangan. Ditunjuk sebagai fasilitator talkshow Dr. Petrus Gunarso.

Suasana Muktamar XIII berlangsung meriah, hangat, dengan semangat kekeluargaan. Hari pertama Muktamar XIII berlangsung sangat meriah. Peserta dari berbagai daerah berdatangan. Di luar persidangan tampak panitia sangat sibuk melayani pendaftaran anggota dan pembuatan kartu anggota secara langsung. Memang, atas permintaan SC, kartu anggota dapat dicetak secara langsung di tempat Muktamar. Menunggu 15 sampai 30 menit kartu anggota sudah dapat di ambil.

Hari kedua Muktamar berlangsung lebih meriah dari hari pertama. Peserta yang hari pertama belum dapat mengikuti berdatangan. Bahkan dari beberapa daerah datang dengan rombongan. Seperti Bogor, Semarang, dan Yogyakarta datang secara rombongan. Kemeriahan juga nampak dengan hadirnya para mahasiswa dari Bogor dan Yogyakarta. Keinginan untuk mensukseskan Muktamar XIII, dan bergabung dengan PERSAKI merupakan niatan mereka. Tapia apa daya, persidangan Muktamar XIII PERSAKI memutuskan bahwa yang berhak menjadi anggota adalah yang sudah lulus S1 sarjana kehutanan. Meskipun demikian, spirit para mahasiswa tersebut dapat ditangkap sebagai sebuah generasi yang peduli terhadap kemajuan PERSAKI.

Menjelang siang, pukul 14.00 WIB agenda yang ditunggu-tunggu tiba, yaitu pemiliuhan formatur tunggal Ketua Umum PERSAKI dan pemilihan 7 orang anggota Dewan Kehormatan Profesi PERSAKI periode 2008 – 2011. Nampak Eny Faridah, doktor dari Universitas Gadjah Mada serta staf pengajar di perguruan tinggi tersebut memimpin sidang pleno pemilihan. “Sesuai dengan tata tertib pemilihan dan persidangan bahwa Balon Ketum PERSAKI dapat diusulkan oleh peserta Muktamar, dan yang bersangkutan menyatakan kesediaannya atau menyatakan diri secara lansung kesediannya”, ungkap pimpinan sidang dengan nada lembut tapi tegas.

Nurcahyo Adi, ketua SC Muktamar, mengangkat tangan dan menyatakan diri kebersediaanya, sesuai dengan permintaan kawan-kawan dalam milis. Memang di milis RI, Nurcahyo Adi merupakan salah satu calon yang di jagokan anggota milis. Secara spontan tepuk tangan gemuruh dalam ruangan mewarnai dan mendukung pencalonan Nurcahyo Adi. Giliran Hery santoso, aktivis NGO mengacungkan jari dan mengatakan “untuk perubahan PERSAKI, saya mencalonkan gondrong ke dua didalam ruangan ini, yaitu Prof. San Afri Awang”, yang disambut  tepukan gemuruh seiring dengan kebersediaannya San Afri Awang. Giliran Imam Harmain, Plt. Ketum PERSAKI yang telah demisioner, menyatakan “PERSAKI perlu dipimpin oleh orang yang telah berpengalaman, yaitu Tjipta Purwita”. Sambutan meriah untuk mendukung pencalonan Tjipta Purwita mewarnai ruangan. Pencalonan diakhiri dengan salah seorang anggota PERSAKI dari Yogayakarta yang menyatakan mendukung pencalonan Gondrong ketiga di dalam ruangan , yaitu Agus Afianto. Dukungan pun bermunculan. Pimpinan sidang mengetuk palu, dan menyatakan Balon Ketum PERSAKI dinyatakan sah, yaitu: Nurcahyo Adi, San Afri Awang, Tjipta Purwita, dan Agus Afianto. Sidang dilanjutkan dengan mempersilahkan peserta mengambil kartu suara, dan menuliskan pilihannya.

Nampak para anggota berdesak-desakan mengantri kartu pemilihan. Hal pertama kali dalam sejarah Muktamar PERSAKI peserta membludak, dan panitia agak sedikit gugup mengantisipasi membludaknya peserta Muktamar. Satu per satu peserta Muktamar yang mempunyai hak pilih mengambil kartu pemilihan. One man one vote begitulah sistem yang dipakai dalam Muktamar XIII.

Perhitungan berlangsung menegangkan, bagi para pendukung calon. Kartu suara dihitung satu persatu yang disaksikan 3 orang saksi untuk memeriksa sah nya suara yang masuk. Hasil perhitungan dimenangkan San Anfri Awang, yang memproleh 252 suara, disusul Tjipta Purwita 115 suara, Nurcahyo Adi 21,dan Agus Afianto 0 suara. Tepukan meriah menyambut kemenangan San Afri Awang yang disusl ucapan selamat oleh para calon kepada pemenang, serta peserta Muktamar.

Pemilihan Dewan Kehormatan Profesi berlangsung tidak semeriah pemilihan Ketua Umum, karena sebagian peserta sudah meninggalkan ruangan sidang. Hasil pemilihan DKP menetapkan 7 0rang anggota DKP, yaitu: Ir. Wahjudi Wardojo, M.Sc, Ir. Indri Astuti, M.M, Dr. Ir. Agus Setyarso, M.Sc, Ir. Made Subadia Gelgel, Ir. Darori, M.M, Ir. Suhariyanto, dan Ir. Hariyono Soeroso, MS.

Dengan berakhirnya pemilihan, berakhir pula Muktamar XIII PERSAKI. Terpilihnya Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, M.Sc secara demokratis membawa harapan baru bagi PERSAKI. Membawa PERSAKI menjadi organisasi yang eksistensinya diperhitungkan berbagai pihak,  berperan dalam pembangunan hutan dan kehutanan Indonesia. Semoga!

 

Leave a Response