Landasan Idiil Penuaian Tugas Rimbawan Dalam Bidang Hutan dan Kehutanan
- Hutan adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang berupa sumber kekayaan alam yang serbaguna sebagai manifestasi dari sifat maha murah serta maha kasih dan Tuhan yang Maha Kuasa sendiri.
- Hutan dapat memanifestasikan dirinya dalam berbagai bentuk, sesuai dengan tempat, waktu, iklim, keadaan sekelilingnya dan faktor-faktor lainnya. Apapun bentuk yang dimilikinya dan menjadikan wujud sementara bagi hutan itu, pada hakekatnya selalu merupakan pengejawantahan sementara dari lima unsur pokok yang mengakibatkan adanya apa yang dinamakan hutan itu, ialah : bumi, air, alam hayati, udara dan sinar matahari. Tanpa salah satu unsur-unsur itu secara mutlak mengakibatkan tidak adanya hutan.
- Dengan demikian, maka memanfaatkan hutan, pada hakekatnya adalah memanfat adanya lima untur tersebut, ialah mengarahkan panca-daya ini kepada suatu bentuk tertentu pada tempat dan waktu yang diperlukan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia lahir dan bathin sebesar-besar mungkin tanpa mengabaikan kelestarian guna dan manfaatnya.
- Bentuk yang dihasilkan oleh pengarahan panca-daya secara sadar ini dapat berwujud hutan lindung alami di gunung, yang mutlak perlu untuk ketertiban tata air, dan atau hutan produksi dalam segala bentuknya antara lain hutan industri dan lain sebagainya. Kesemuanya ini merupakan sumber kesejahteraan secara lestari bagi manusia kini dan manusia kemudian hari sebagai pengejawantahan dari sifat Maha Murah dan maha kasih dan Tuhan seru sekalian alam.
- Berapa besar manfaat hutan sebagai anugerah tersebut tidaklah dibatasi oleh keadaan hutan itu sendiri, melainkan semata-mata oleh kemampuan manusia, sampai dimana ia sanggup memanfaatkan anugerah Tuhan tersebut untuk kepentingan dirinya, bagi penyelenggaraan kesejahteraan, baik materiil maupun spiritual.
- Rimbawan menunaikan tugas mengurus hutan dan kehutanan wajib menanggapi tugas tersebut sebagai menerima amanat dari ummat manusia untuk memanfaatkan pemberian Tuhan yang berupa hutan ini sebesar-besar mungkin secara lestari sebagai tanda terima kasih dan bakti manusia terhadap Tuhan Yang Maha Murah dan Maha Kasih.
- Kenyataan-kenyataan dan pengakuan adanya kenyataan-kenyataan tersebut diatas adalah merupakan landasan abadi bagi penunaian darma bakti Rimbawan, dimana dan pada waktu atau zaman apa Rimbawan itu berada. Rimbawan yang ber-Pancasila yang telah mengikrarkan dirinya menjalankan segala tugas untuk kepentingan Nusa dan Bangsanya dengan berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kaliurang, 29 Oktober 1966



Dengan berakhirnya rezim orde baru, kita semua sadar bahwa tantangan didepan mata yang meliputi peruabahan,pertumbuhan dan peningkatan kinerja, kualitas dan kuantitas khususnya sumber daya alam serta hasil-hasil berbasiskan non-kayu. Ini sebuah dilema baru yanga patut kita cermati. Sepengetahuan saya sarjana kehutanan begitu erat dengan komunitas petani maupun kaum pedagang (ini dimani untuk menyokong kebutuhan dan gaya hidup). Sejatinya kaum terpelajar mulai merenungkan aspek-aspek keberlangsungan suatu sistem produksi dan distribusi yang selaras dengan kemampuan daya dukung lingkungan. Semoga dengan otoritas penuh yang diberikan oleh pemerintah seluruh jajaran kehutanan dapat meningkatkan peran serta terlibat aktif dalam ikut membangun dan memelihara hasil-hasil yang telah dicapai. Salam kompak selalu dari pantai selatan.